Khamis, 16 Oktober 2014

RUQYAH SYAR’IYYAH SEDERHANA PANJANG

Saya kongsikan susunan ayat-ayat ruqyah susunan Dr.Khalid Bin AbdurRahman di dalam bukunya      “ Ruqyah Syar’iyyah : Irqi nafsaka wa ahlika wa kun anta Syeikha”

1. Al Fatihah ,
2. Al Baqarah :1-7
3. Al Baqarah: 117
4. Al Baqarah :137
5. Al Baqarah: 163-164
6. Al Baqarah: 254-257
7. Al Baqarah: 284-286
8. Ali ‘Imran: 1-6
9. Ali ‘Imran: 18
10. Ali ‘Imran: 26-27
11. Ali ‘Imran: 85
12. Al ‘Araf : 54-56
13. Al Anbiya’: 78
14. Al-Isra’: 110-111
15. Al Baqarah: 109
16. An-Nisa’ : 54
17. Yunus : 54
18. Yusuf : 67
19. Al Kahfi: 39
20. Al-Mulk : 1-4
21. Al-Qalam : 51-52
22. Al Baqarah: 102-103
23. Al ‘Araf: 117-122
24. Yunus : 77
25. Yunus : 81-82
26. Taha : 69
27. Al Mu’minun : 115-118
28. Al Ahqaf : 31
29. Ar Rahman : 33-36
30. Al Hasyr : 21-24
31. Al An’am : 17
32. As-Saffat : 1-11
33. Al An’am : 13
34. At Taubah : 129
35. Az Zumar : 38
36. At Talaq : 7
37. Yunus : 62-63
38. Yusuf :86
39. Ar Ra’d: 28
40. Ibrahim: 27
41. Fathir : 34
42. Al- Inshirah
43. Fusshilat : 44
44. Yunus : 57
45. Al Isra’ : 82
46. As Syu’ara’ : 80
47. At Taubah : 14-15
48. Al Isra’: 81
49. Al Mu’minun: 107
50. Al Baqarah : 72
51. Al Furqan : 23
52. At Talaq : 2-3
53. Al ‘Ala : 4
54. Al Zalzalah
55. Yusuf : 64
56. Al Hijr : 17
57. Ghafir : 44-45
58. Al Infithar: 10-12
59. At Thariq : 4
60. Al Kafirun
61. Al Ikhlas
62. Al Falaq
63. An Nas

Sabtu, 19 Julai 2014

Peruqyah atau Mu'alij Pasif Vs Aktif

Tulisan ini dikongsikan khusus buat teman2 yang telah mula mempelajari so called 'Rawatan Islam'. Sihir tidak lari dari perbuatan syaitan dan amat berkait dengan dunia Jin. Selangkah anda menapakkan kaki ke alam 'ruqyah syar'iah' bermakna anda telah mengetuk pintu buat melihat kebesaran Allah swt di alam Jin. Hanya mereka yang berpegang teguh dengan syariat dan ikhlas sahaja yang selamat dari tipu daya iblis dan syaitan. Apabila dibukakan pintunya maka bertambahlah ilmu. Semakin bertambah ilmu bertambahlah amal dan semakin anda rasa kerdil di hadapan kehebatan Allah swt yang maha dasyat keagunganNYA. Semakin bertambah 'takut' kepadaNYA sebagaimana bertambahnya cinta yang berpadu dengan rindu buat menemuiNYA.

Maklumat yang saya cuba kongsikan kali ini sebenarnya telah lama ingin dikongsikan. Ayat-ayat ruqyah telah beberapa siri saya coretkan berserta dengan nasnya.Teknik, ya kali ini kita sembangkan pula hal-hal teknikal ruqyah.  Nabi saw meninggalkan kepada kita beberapa petunjuk mengenai teknik rawatan. Diantaranya memegang dan menyapu/mengusap tempat sakit, memukul/menepuk pesakit dengan pukulan yang tidak memudaratkan, menyuruh syaitan keluar dan sebagainya. Mu’alij atau peruqyah yang berpengalaman tidak sedikit mengembangkan teknik mereka sendiri dari teknik asas yang mereka pelajari dari gurunya. Bahkan seorang perawat yang terkenal Tn.Hj Abdul Majid Hasan pengasas ‘AKRINE’ menjadikan “Niat, Doa,Ruqyah  dan Teknik” sebagai kata-kata kuncinya di dalam proses rawatan. Selagi mana teknik yang dikembangkan itu berkesan dan tidak bertentangan dengan syarak maka ia adalah ikhtiar yang dibenarkan oleh agama.

Saya kongsikan tulisan Saudara Perdana Akhmad seorang mu’alij yang terkena di tanahair seberang.

Ditulis oleh : Perdana Akhmad,S.Psi
(Praktisi “Quranic Healing Technique”)
Pembahasan pertama :
Saya menulis artikel ini berdasarkan pengalaman saya yang hampir 10 tahun meruqyah dengan berbagai kasus dari ringan maupun berat. Sungguh sudah ratusan kasus yang saya tangani dari awal saya bekerja di klinik Baitur Ruqyah Asy-Syar’iyyah wal Hijamah milik Ustadz Fadlan Abu yasir.Lc.di Kota Gede Yogyakarta dari tahun 2002 sampai 2006, sempat juga meruqyah pasien di Klinik Ghoib milik Ustadz Ahmad Djunaidi.Lc.  di Jakarta. Belum lagi saya dipanggil secara khusus kerumah pasien. Berkali-kali diundang untuk  mentraining umat muslim (semacam lokakarya) untuk menjadi peruqyah lalu dibarengi dengan ruqyah massal.

Saya sudah sangat lama meneliti dan menela’ah semua perjalanan saya meruqyah dengan semua lika-liku didalamnya. Saya melihat cara dan tekhnik rekan-rekan sesama Ustadz Ketika mereka meruqyah. Maka saya yang dhaif ini membagi dua macam pembagian tipe peruqyah.


Peruqyah pasif
Peruqyah Aktif

Penjabaran
Peruqyah pasif adalah peruqyah yang tidak mau melangkahkan kakinya membuka “gerbang rahasia dibalik rahasia”. Mereka berdiri di depan pintu gerbang rahasia namun menjaga dirinya untuk tidak masuk kedalam gerbang yang alamnya lebih penuh rahasia. Jika mereka berani untuk masuk kedalam pintu gerbang itu mereka tentunya akan mengetahui banyak Rahasia alam didalamnya, namun rahasia yang mereka dapatkan akan berbanting lurus dengan resiko yang juga akan mereka alami. Mereka akan banyak mendapatkan cobaan.

Sedangkan peruqyah aktif adalah praktisi ruqyah yang mau melangkahkan kakinya membuka “gerbang rahasia dibalik rahasia”. Peruqyah tersebut berdiri didalam pintu gerbang rahasia dan berani membuka dan melangkahkan kakinya masuk kedalam suatu alam yang penuh misteri didalamnya. Dan dia sanggup menanggung resiko dan cobaan yang akan didapatkannya ketika berani masuk kedalam alam tersebut.
Bagaimana cara kita mendekat ke gerbang rahasia tersebut? Langkah awalnya adalah terus menggali informasi dari penglihatan ghoib yang didapat pasien sihir. Sebab pasien sihir hampir seluruhnya memiliki kemampuan melihat alam jin beserta benda-benda sihir didalamnya.

Tak sadarkah kalian wahai peruqyah, jika kalian mau menggali lebih dalam informasi yang diberikan pasien, kalian akan mendapatkan informasi dan ilmu rahasia didalamnya dari hasil observasi , eksperimen maupun penelitian ilmiah (dikaji dari Al-Qur’an dan sunnah disertai penjelasan para ulama)?

Ketika pasien memberikan informasi ghoib maka pasien sudah memposisikan dirinya dan mengajak peruqyah untuk berdiri di gerbang pintu rahasia. Jika peruqyah berani menggali lebih jauh dengan mengajak pasien untuk mengeksplorasinya maka peruqyah sudah masuk kedalam gerbang rahasia yang penuh rahasia dan akan sangat banyak menemui informasi rahasia yang sedikit sekali manusia mengetahuinya kecuali pengetahuan itu dimiliki oleh orang-orang khos (khusus) seperti para ulama dan wali Allah ……

Contok kasus

a.       Kasus pertama :
Pasien dalam prosesi ruqyah mengatakan pada peruqyah, “Ustadz, saya melihat ada banyak makhluk mengerikan yang berada didepan rumah, saya takut ustadz” Pasien yang menginformasikan informasi ghoib itulah yang saya buat perumpamaan pasien telah berdiri di ” gerbang rahasia alam ghoib” . Maka posisi peruqyah akan terbagi menjadi dua posisi,praktisi ruqyah menjadi peruqyah pasif ,atau Praktisi yang Aktif ?

Jika peruqyah adalah tipe peruqyah pasif dia akan mengatakan “ biarkan saja, jangan engkau fikirkan, nanti jin itu pergi sendiri sekarang baca saja doa-doa pembentengan diri” . Maka, jika peruqyah tidak mau menggali lebih dalam informasi yang diberikan pasien maka informasi itu akan hilang begitu saja dan pasien pada alam bawah sadarnya akan menutup diri dari penampakan ghoib yang dilihatnya.

Adapun jika praktisi ruqyah adalah seorang peruqyah aktif dia tidak akan menyia-nyiakan informasi yang diberikan peruqyah dan dia akan mengeksplorasi, menggali bahkan terlibat jauh didalamnya.

Peruqyah aktif akan mengatakan:” ada berapa banyak jinnya?”, “mereka  memakai baju apa?”,” didepan rumah mereka adakah yang dibawa?”, “mengambil wujud apa saja mereka?” Ketika peruqyah menanyakan itu maka peruqyah mulai melangkahkan kakinya masuka kedalam gerbang rahasia dan ketika pasien menjawab pertanyaan peruqyah maka peruqyah mulai mendapatkan banyak informasi ghoib didalamnya yang tentu saja ghoib bagi manusia dan tidak ghoib bagi bangsa jin.

Lebih jauh dari itu jika peruqyah mau menggunakan kekuatan yang sudah diberikan Allah pada dirinya maka peruqyah akan mengatakan: ” coba kamu lihat, saya akan membacakan kalimat Tammah ( sakti) yang diajarkan Malaikat Jibril pada Rasulullah ketika Rasulullah diserang secara ghoib oleh para jin ifrit yang membawa obor untuk membakar Rasulullah. Saya akan bacakan dan lihat apa yang terjadi!”
Pasien menjawab: ” Allahu Akbar, Subhanaalah Ustaaaaaad! Saya melihat cahaya dari langit masuk kedalam tubuh ustadz dan keluar lagi menuju sekelompok jin tersebut dan membakar mereka semua!”

Ketika pasien melihat kebesaran Allah karena melihat keajaiban bahwa doa yang dibaca peruqyah memancarkan cahaya dan menghajar para jin tersebut dan diinformasikan pada peruqyah, maka peruqyah sudah masuk dan berjalan lebih jauh kedalam alam ghoib dan sangat banyak mendapatkan informasi ghoib dan bukti-bukti kebesaran Kalam Allah didalamnya hingga semakin membuat peruqyah semakin yakin dengan pertolongan Allah ketika peruqyah membaca ayat-ayat ruqyah.

b.      Kasus kedua
Pasien merasakan tubuhnya sangat sakit, dalam prosesi ruqyah pasien terus-menerus merasakan bahwa dirinya terikat disuatu tempat dan disiksa oleh makhluk mengerikan. Pasien mengatakan pada peruqyah:” Ustadz saya merasakan bahwa ada bagian dari diri saya diikat dan disiksa, perasaan ini terus-menerus menghantui saya” . Jika yang ditemui adalah peruqyah pasif, maka akan mengatakan: ”itu hanya perasaanmu saja, jangan hiraukan, sekarang dengarkan lagi lantunan ayat-ayat Allah” . Ketika peruqyah pasif membiarkan informasi ghoib yang diberikan pasien dan tidak menggalinya lebih jauh maka informasi itu akan hilang begitu saja. Pintu gerbang rahasia tidak akan dia masuki dan peruqyah tidak akan mendapatkan informasi rahasia didalamnya yang hanya dimiliki oleh kalangan jin saja.

Adapun jika praktisi tersebut seorang peruqyah aktif, maka dia akan meneliti sumber perasaan aneh pasiennya tersebut. Maka peruqyah akan mengajak pasien untuk berdoa-bersama-sama minta petunjuk kepada Allah apa sebenarnya maksud dari sumber perasaan aneh tersebut  apakah petunjuk dari Allah atau tipu daya setan. Jika ternyata dikabulkan Allah dan bukan tipu daya setan, maka pasien akan mengatakan pada peruqyah:” ustadz kok saya melihat tubuh saya diikat disuatu kerajaan yang didalamnya banyak siluman, ada salah satu siluman itu memukul diri saya yang sedang terikat.”

Lalu sang ustadz yang aktif terus-menerus menggali informasi didalamnya seperti mengatakan:”bagaimana kondisi ruangan tempat diri anda disiksa “, dan berbagai pertanyaan lainnya.  Agar informasi yang diberikan pasien tidak disesatkan oleh setan maka peruqyah mendoakan dan melindungi “pandangan mata bathin” pasien dengan ayat-ayat Allah.

Maka bagaimana cara untuk mengambil diri pasien yang diikat di kerajaan jin tersebut? Lalu peruqyah dengan bingungnya kembali berdoa kepada Allah Ta’ala memohon jalan keluar, karena peruqyah bingung kok ada diri pasien yang lain yang disiksa sekelompok  siluman ???

Lalu peruqyah mendapatkan firasat setelah dia berdoa (Ingat hadits yang mengatakan hati-hatilah dengan firasat orang mu’min sebab dia melihat dengan cahaya Allah) bahwa yang diikat itu adalah salah satu nafs (jiwa) pasien yang diculik oleh siluman itu dan dibawa kekerajaannya untuk disakiti yang tentunya dampaknya akan menyakiti tubuh fisik pasien.

Peruqyah itu teringat dengan penjelasan yaikh Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dikitabnya Ar-ruh bahwa ruh berbeda dengan nafs (jiwa) ruh tidak akan keluar sebelum menusia itu ditetapkan ajalnya, dan yang akan keluar dari tubuh adalah nafs (jiwa) ketika manusia itu tidur dan jiwanya akan naik kelangit jika tidak ada hambatan dari setan, atau akan bermimpi buruk ketika nafsnya bertemu dengan jin dialam ghoib, atau bahkan bisa bermimpi berkelahi dengan jin ketika nafsnya dikeroyok jin dialam ghoib.

Peruqyah yang aktif selalu bersikap kritis dia tidak keyakini sebelum ditimbang dari Al-Qur’an dan sunnah, lalu dia mendapatkan petunjuk ketika membuka  kitab karya Imam Jalaluddin Al Suyuthi yang berjudul “laqth Al Marjan fi Ahkam Al Jan” (edisi bahasa Indonesia diterbitkan oleh Kanza Publishing berjudul “ menguak misteri alam ghoib”) bahwa memang Iblis telah menugaskan setan bernama Lahw. Untuk mengganggu dan membelenggu jiwa manusia hingga tidak bisa naik kelangit.

Diriwayatkan oleh Al-Hakim dalam Nawadirul Ushul dari Abu Salamah bin Abdurrahman bahwasanya Rasulullah bersabda:” Terhadap jiwa-jiwa telah ditugasi (oleh Iblis) setan bernama Lahw. Ia mengganggu jiwa dengan khayalan dan menampakkan diri dalam mimpi hingga berakhir jika dia membawanya naik. Jika ia telah berakhir dilangit (jiwa terbang kelangit) , maka apa yang dilihat dalam mimpi adalah mimpi yang benar.” (lihat dikitab Imam Jalaluddin Al Suyuthi berjudul “ menguak misteri alam ghoib” halaman 275)

Bagaimana cara membebaskannya ? lalu kembali peruqyah mendapatkan ilham dari Allah Ta’ala bahwa untuk membebaskannya dengan mengubah niat ketika meruqyah dengan meniatkan untuk melepaskan buhul yang mengikat nafs pasien. Peruqyah mengatakan pada pasien :” saya dengan Idzin Allah akan membebaskanmu, lihatlah apa yang akan terjadi pada salah satu jiwamu yang ditawan itu”
Lalu peruqyah kembali membacakan ayat-ayat ruqyah dan pasien sangat terkejut sembari mengatakan :” Subhannallah ustadz ada banyak pasukan berbaju putih-putih bercahaya berperang menggunakan pedang dengan kelompok siluman itu hingga siluman itu terbunuh semuanya dan membebaskan diriku……….. dan sekarang diriku terbang ustadz dengan dikawal pasukan itu dan……..Ustadz ! bagian diriku sudah masuk kedalam tubuhku!”

Pada kasus lain yang dialami pasien berbeda yang kasusnya hampir sama, pasien tersebut mengatakan:” ustadz……. kok saya melihat diri Ustadz terbang menuju kerajaan itu dan sekarang berperang sendirian melawan siluman itu?” sang ustadz terkejut juga bingung dan kembali berdoa kepada Allah, apa yang sebenarnya terjadi? Ini petunjuk dari Allah Ta’ala atau tipu daya setan?? Lalu tiba-tiba sang Ustadz ketika memejamkan matanya melihat dirinya sedang berusaha membebaskan jiwa pasiennya yang dibelenggu dengan berperang melawan para siluman itu.

Subhanallah sang ustadz benar-benar bingung mengapa dia merasakan jiwanya berperang melawan melawan para siluman lalu sang Ustadz membentengi dirinya dengan ayat-ayat dan doa-doa perlindungan dan pasien melihat cahaya berkilauan yang melindungi jiwa ustadz tersebut ketika berusaha membebaskan jiwa pasiennya yang tertawan.

Bahkan lebih dari itu dia dan pasien melihat berbagai senjata dari energi ayat suci Al-Qur’an dan doa-doa yang dilantunkan bermunculan dan menghajar sekelompok siluman tersebut hingga semuanya hancur bahkan kerajaannyapun hancur lebur.

Subhanallah wahai para peruqyah! Sungguh banyak rahasia yang kita tidak tahu jika kita tidak mau menggalinya…. sesungguhnya seluruh pengetahuan saya tentang ilmu dan seni pendayagunaan energi ruqyah juga beragam informasi alam jin yang saya informasikan di blog ini hampir 80 % didapat dari hasil eksplorasi, eksperimen saya bekerjasama dengan pasien yang terkena sihir.

Contoh kasus lainnya: Pasien merasakan dalam perutnya terisi udara dan perutnya kembung.  ketika diruqyah dia tersedak berulangkali mengeluarkan angin dari mulutnya, lalu bagaimana seorang peruqyah bersikap??? Peruqyah pasif akan mengatakan “itu semua gangguan setan, jangan takut tetap dengarkan dengan khusuk ayat yang saya baca?” namun peruqyah tidak mau lagi meneliti lebih jauh maka dia tidak akan tahu rahasia dibalik sakitnya pasien.Salahkah sikap peruqyah ini? SAMA SEKALI TIDAK !

Sikap peruqyah pasif ini 100% betul dan sesuai dari sisi syari’at namun dia kurang dari sisi ikhtiar, tidaklah kalian mau menggali lagi apa sebab perut pasien kembung?  Jika dia seorang peruqyah aktif, maka dia akan terus menggali informasi dan  berusaha memecahkan kasus perut kembung pasien . BENDA APA YANG ADA DIDALAM PERUTNYA? BAGAIMANA CARA SETAN MEMASUKKAN BENDA SIHIR ITU” dan berbagai sikap kritis lainnya.

Wahai para peruqyah!!! Bersikaplah seperti peneliti! Kaji, eksplorasi semua penyebab sihir itu sampai hal yang terkecil! Jika kalian bersikap pasif  maka jika datang kesembuhan dari sakitnya pasien karena kita ruqyah, lalu kita tidak mau menggali informasi lebih jauh maka, rahasia jin dalam mengirim benda sihir dan benda apa yang ada dalam perut jin kalian tidak akan mengetahuinya. Jika kita tidak mengetahuinya maka tidak akan bisa jadi ibroh/pelajaran juga ilmu  bagi kita dimasa depan.

BAGAIMANA CARA PERUQYAH AKTIF BERSIKAP???
Menghadapi kasus perut kembung, pasien dituntun oleh peruqyah yang aktif untuk melihat sebab musabab penyakitnya… peruqyah dan Pasien sama-sama berdoa kepada Allah Ta’ala agar diberi petunjuk penyebab sakit kembung pasien….. ternyata dengan doa dan dibarengi membaca Ismul Adhom Allah Ta’ala seketika memberikan petunjuk dan pasien melihat ada gulungan angin Ahmar didalam perutnya dan dia melihat ada sesosok makhluk jin diantara gulungan angin ahmar itu.

Bagaimana cara mengeluarkannya ? Peruqyah kembali lagi berdoa pada Allah agar diberikan firasat dan ilham bagaimana cara penyembuhan yang paling efektif dan tidak memakan waktu lama…. dan ternyata peruqyah itu mendapatkan ilham agar memutarkan jari jemarinya berlawanan dengan jarum jam dengan membaca ayat-ayat tertentu…. dan Subhanallah setelah peruqyah lakukan maka seketika pasien merasakan angin ahmar tersebut keluar dengan sangat banyaknya dari pusat pasien tersebut dan perutnya kempes seketika. Sekarang tinggal jin yang berada dalam perutnya . pasien merasakan jin tersebut terikat dan badannya sudah penuh dengan luka-luka karena terbakar namun tidak dapat pergi karena terikat dengan buhul.

Jika terus kita ruqyah besar kemungkinan jin itu mati dengan buhul masih menempel ditubuhnya dan akan larut ketika pasien minum air ruqyah, menunggu jin mati itu rahasia Allah, bisa besok, lusa, dua bulan kemudian kita tidak tahu.


Namun jika kita mau mengeksporasi dan menemukan tekhnik baru maka. MINTALAH KEPADA ALLAH TA’ALA, bagaimana cara kita memutus buhul yang mengikat tubuh jin tersebut. Dan Subhanallah Allah Ta’ala memberikan ilham agar membacakan 3 qul sebanyak 3 kali disertai niat memutus buhul tersebut. Tiap kasus bisa berbeda tekhnik memutus buhul sesuai dengan kondisi dan kekuatan buhul tersebut, kuncinya adalah DOA! Kita peruqyah selalu berdoa dengan menggunakan Ayat Suci Al-Qur’an dan doa-doa Rasulullah, MAKA JANGANLAH PULA  segan meminta pada Rab kita agar diberikan pengetahuan dan tekhnik baru dalam meruqyah, Allah Ta’ala Maha pengabul Doa dan yakinlah doa Kita akan dikabulkan.

Sabtu, 5 Julai 2014

KESAN PEMBACAAN AYAT KURSI DAN SURAH AL BAQARAH DENGAN SYAITAN DARI SAHIH BUKHARI DAN MUSLIM

Syaitan tidak dapat mendekati sesiapa yang membaca ayat Kursi ketika hendak tidur. Hal ini seperti yang diriwayatkan di dalam sahih Bukhari seperti di bawah:

4624. Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Katsir Telah mengabarkan kepada kami Syu'bah dari Sulaiman dari Ibrahim dari Abdurrahman dari Abu Mas'ud dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Barangsiapa yang membaca dua ayat.." Dan telah menceritakan kepada kami Abu Nu'aim Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Manshur dari Ibrahim dari Abdurrahman bin Yazid dari Abu Mas'ud radliallahu 'anhu ia berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang membaca dua ayat terakhir dari surat Al Baqarah pada suatu malam, niscaya kedua ayat itu akan
mencukupinya." Utsmana bin Al Haitsam berkata; Telah menceritakan kepada kami 'Auf dari Muhammad bin Sirin dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu, ia berkata; Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam menugaskanku untuk menjaga harta zakat. Lalu pada suatu hari ada seseorang yang menyusup hendak mengambil makanan, maka aku pun menyergapnya
seraya berkata, "Aku benar-benar akan menyerahkanmu kepada Rasulullah shallallahu 'alaihiwasallam.." lalu ia bercerita dan berkata, "Jika kamu hendak beranjak ke tempat tidur maka bacalah ayat kursi, niscaya Allah akan senantiasa menjagamu dan syetan tidak akan mendekatimu hingga pagi." Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pun bersabda: "Ia telah berkata benar padamu, padahal ia adalah pendusta. Si penyusup tadi sebenarnya adalah syetan."   (Sahih Bukhari)


Manakala di dalam sahih Muslim pula di riwayatkan syaitan lari dari rumah dibacakan surah Al-Baqarah.

1300. Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id telah menceritakan kepada kami Ya'qub bin Abdurrahman Al Qariy dari Suhail dari bapaknya dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Janganlah kalian jadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan, sesungguhnya syetan itu akan lari dari rumah yang di dalamnya dibacakan surat Al Baqarah."(Sahih Muslim)

Bagi yang sering mengatakan, “syaitan atau iblis” berada di dalam tubuh seseorang yang di sihir atau gangguan makhluk halus: Persoalannya mengapa masih ada lagi gangguan walaupun si sakit telah mengamalkan kedua-dua petunjuk dari Nabi saw seperti di atas?. Nabi saw tidak pernah berdusta.


Doakan saya diizinkan memberikan input kepada persoalan di atas di dalam masa terdekat.

Selasa, 1 Julai 2014

Ruqyah Jibril as Kepada Nabi saw

Dikongsikan Ruqyah yang dilakukan oleh Jibril as kepada Nabi saw seperti yang direkod di dalam soheh Muslim

Rukyah Jibril Pertama


Rukyah Jibril Ke Dua


Khamis, 26 Jun 2014

Kaitan Saka(sejenis sihir) Dengan Barangan Pusaka


Seperti sihir ‘biasa’ yang mempunyai ‘medium/barangan’, sihir saka juga kadang kala terkait dengan barangan pusaka. Saya kongsikan pengalaman perawat iaitu Ustaz Dr Hj Jahid. Beliau menceritakan kisah ini pada 3 Jan 2014 semasa sessi Seminar Perubatan Islam 2014 di Terengganu. Sebelum itu untuk kebaikan bersama saya kongsikan biodata ringkas Tuan Guru.

TUAN GURU DR HJ JAHID BIN HJ SIDEK AL-KHALIDI  memperoleh Ijazah Sarjana MA di UM dalam bidang Usul Fekah (1975) dan Ijazah Kedoktoran Ph.D daripada Universiti yang sama (1992) dalam bidang Usuluddin (Tasawwuf).
Beliau pernah menjawat jawatan sebagai Guru Agama Sekolah antara tahun 1964 – 1969 dan pernah pula dilantik sebagai Guru Penolong Kanan selepas mendapat ijazah pertama. Pada awal tahun 1974 beliau dilantik menjadi Pensyarah di Jabatan Pengajian Islam, Fakulti Sastera & Sains Sosial, Universiti Malaya; dan telah dilantik menjadi Profesor Madya tahun 1992 dan beliau telah bersara pada akhir tahun 1995, sebagai Pensyarah di Jabatan Dakwah & Pembangunan Insan, Akademi Pengajian Islam Universiti Malaya (APIUM).

Dalam bidang Rawatan @ Perubatan Secara Islam beliau telah berpengalaman selama 20 tahun dengan memperkenalkan kaedah rawatan menggunakan Teknik pukulan/tepukan/merotan (menggunakan ranting pokok nona), dzikrullah dan doa kepada pelbagai penyakit yang dialami pesakit. Kesungguhan beliau dalam membantu masyarakat terbukti dengan penubuhan Pusat Rawatan Islam MANARAH di Lorong Beringin, Kuang, Selangor Darul Ehsan. Dengan pengalaman yang diperolehi, beliau juga sebagai tempat rujukan orang ramai kerana ditemui pelbagai lapisan masyarakat bagi nasihat, tunjuk ajar serta bimbingan dalam pelbagai masalah yang dihadapi. Kepakaran dan pengalaman beliau dalam bidang Perubatan Secara Islam telah dimanfaatkan dengan menulis artikel, kertas kerja, dakwah dan membimbing orang ramai melalui media masa, seminar, ceramah dan kursus yang dianjurkan oleh pelbagai pihak.

Berbalik kepada tajuk tulisan ini saya kongsikan pengalaman Ustaz Jahid. Kisah ini adalah pengalaman beliau merawat seorang makcik jiran beliau. Makcik ini mengalami gangguan yang agak teruk dan lama(15 tahun) di rawat dipelbagai tempat. Selepas 3 sessi rawatan berlaku dialog di mana Jin pada Makcik itu memberi tahu dia tidak boleh keluar.
Jin  :  “Saya tidak boleh keluar”.
Ustaz Jahid(UJ) : “ Mengapa awak tidak boleh keluar?”
Jin   :  “ Saya tekunci di dalam”
UJ  :  “ Apa kuncinya?”
Jin  :  “Tidak tahu”.” Ustaz, kalau saya masukkan Ustaz ke dalam sebuah bilik kemudian saya kunci dari luar ,Ustaz boleh keluar tak?”.
UJ  :  “Tak boleh keluar.”
Jin  :  “ Saya macam itulah, ustaz carilah kuncinya.”
UJ   :  “ Mana saya nak cari,awak lebih tahu?”
Jin   :  “ Saya tidak tahu apa-apa.”

Kemudian ustaz Jahid meminta ,makcik itu mencari apa-apa barang peninggalan arwah ibunya. Pada mulanya makcik itu mengata tiada sebarang barang peninggalan ibunya. Al maklum almarhumah telah meninggal dunia 20 tahun lalu. Namun Ustaz Jahid meminta beliau cuba mengingatkan kembali walaupun barangan itu hanya sekecil jarum sebatang.

Keesokan harinya makcik itu datang semula ke rumah Ustaz Jahid. Beliau membawa sebuah sikat peninggalan ibunya, di mana sikat itu sering digunakan juga. Lalu Ustaz Jahid mengambil sikit itu dan memasukkannya ke dalam air yang telah diruqyah. Sebaik sahaja sikit itu direndam, makcik tadi yang ketika itu sedang duduk, terus tumbang dan berlaku dialog dengan Jin semalam.
UJ  :  “ Ha macamana kunci dah terbukakah?’.
Jin :  “ Sudah.”
UJ  :  “Awak boleh keluar.”
Jin  :  “ Boleh.”
UJ   :  “ Ikut mana?”
Jin   :  “ Tangan kiri.”
Selepas seminit Makcik tersebut sedar dan Alhamdulillah pulih sepenuhnya.


Kisah pengalaman kedua Ustaz Jahid berkenaan barangan pusaka.
Seorang murid beliau berusia 50an terkena stroke. Selepas dirawat dengan teknik ketukan, beliau sihat semula cuma mulutnya herot sedikit.
UJ  :  “ Saya rasa ini mesti ada barang-barang pusaka yang tersimpan.”
Murid  :  “ Tak ada apa-apa Ustaz.”
UJ  :  “ Tak apalah, cuba hj. Cari juga.”

Hampir satu tahun mukanya herot. Satu hari murid yang herot muka itu masuk ke stor rumahnya dan ternampak sebatang cangkul peninggalan arwah datuknya. Selepas cangkul itu dibawa ke pusat rawatan Ustaz Jahid. Sebaik sahaja cangkul itu dibakar, tiba-tiba mulut lelaki yang herot tadi terus pulih seperti sediakala.


Banyak pengajaran dari kedua-dua kisah di atas.Tetapi saya tidak berhajat mengulasnya buat masa ini.

Rabu, 25 Jun 2014

Khidmat Masyarakat Ikram Johor Baharu Tengah


Siri 2 : Perisai Dari Kejahatan Syaitan


Sambungan dari siri pertama(dinasihatkan membacanya terlebih dahulu)

Perisai 21: Memagar Rumah

Pertama: Berzikir kepada Allah ketika mahu melangkah masuk ke dalam rumah
Daripada Abu Malik al-Asyaari bahawa Rasulullah bersabda maksudnya:

“Apabila seorang hendak masuk ke dalam rumah, hendaklah dia mengatakan:
Ya Allah, aku mohon kepada Engkau sebaik-baik tempat masuk dan sebaik-baik tempat keluar. Dengan nama Engkau kami masuk dan dengan nama Engkau kami keluar, dan kepada Tuhan kami, kami menyerahkan diri, kemudian memberi salam kepada keluarga.”
– (Riwayat Abu Daud)

Kedua: Memberi Salam Kepada Ahli Keluarga

Ketiga: Berzikir Kepada Allah Ketika Makan dan Minum

Diriwayatkan daripada Jabir r.a., beliau mendengar Nabi s.a.w. bersabda: Maksudnya: “Apabila seorang lelaki masuk ke rumahnya lalu dia mengingati Allah ketika dia masuk rumah dan ketika makan, syaitan berkata (kepada suku-sakatnya): “Tidak ada tempat bermalam dan makan malam bagi kamu”. Dan jika dia masuk tanpa mengingati Allah ketika dia masuk, syaitan berkata: “Bagi kamu ada tempat untuk bermalam”. Jika dia tidak mengingati Allah ketika dia makan, syaitan berkata: “Bagi kamu ada tempat bermalam dan makan malam.” (Hadis riwayat al-Bukhari dalam kitab al-adab al-Mufrad)

Keempat: Memperbanyakkan Tilawah al-Quran di dalam rumah

Hadis yang diriwayatkan oleh Anas Radhiallahu ‘anhu yang maksudnya :
“Bersabda Rasulullah saw: “Perumpamaan orang beriman yang membaca al-Qur’an seperti perumpamaan buah al-utrujah (limau) iaitu buah yang berbau harum dan enak rasanya. Perumpamaan orang beriman yang tidak membaca al-Qur’an adalah seperti perumpamaan buah tamar, rasanya manis tetapi tidak ada baunya. Perumpamaan orang berbuat dosa (maksiat) yang membaca al-Qur’an adalah seperti ar-raihanah yang berbau harum tapi pahit rasanya. Perumpamaan orang berbuat dosa (maksiat) yang tidak membaca al-Qur’an adalah seperti buah al-hanzhalah iaitu buah yang pahit rasanya dan tidak ada baunya. Perumpamaan mendampingi orang yang salih adalah seperti mendampingi pemilik minyak wangi, sekalipun engkau tidak terkena minyaknya engkau tetap mendapat harumnya. Perumpamaan berdamping dengan teman yang jahat adalah seperti mendampingi orang yang menggunakan ububan (alat menghembus api), jika engkau tidak terkena hitamnya (daripada percikan api), namun engkau tetap terkena asapnya.” (Hadis riwayat Abu Daud)

Kelima: Membersih suasana rumah dari suara-suara iblis
Yang dimaksudkan suara iblis itu ialah nyanyian dan lagu (muzik)

Keenam: Membersih suasana rumah dari bunyi loceng

Abu Hurairah ra telah meriwayatkan hadis dari Rasulullah saw: Loceng (muzik) adalah serunai syaitan (HR Muslim)

Ketujuh: Membersih suasana rumah dari salib. Ini kerana Nabi S.A.W. bersabda
 “Tidak membiarkan sesuatu di dalam rumahnya yang berbentuk salib, melainkan baginda memusnahkannya.” (H.R. al-Bukhari)

Kelapan: Membersih suasana rumah dari gambar-gambar dan patung-patung

Diriwayatkan ada seorang pematung yang sudah bertahun-tahun membuat sebuah patung. Setelah selesai, dia begitu terpesona dan tergila-gila dengan lekuk-lekuk tubuh patungnya. Dengan angkuhnya dia mengajak patungnya bercakap : “Marilah bercakap. Mari bercakap!!! Oleh itulah, Rasulullah saw bersabda : “Sesungguhnya orang-orang yang membuat patung-patung ini kelak di hari kiamat akan diseksa dan dikatakan pada mereka : “Hidupkan apa yang telah kalian ciptakan”. (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Kesembilan: Membersih suasana rumah dari anjing

Kesepuluh: Memurnikan suasana rumah dengan memperbanyakkan solat sunat di dalamnya

Kesebelas: Menyerikan rumah dengan bicara indah serta senyuman mekar


Perisai 22: Doa Keluar Rumah
 “Dengan nama Allah, aku berserah diri kepada Allah. Tidak ada daya dan kekuatan selain dari Allah.”
(H.R. Abu Daud, tirmidzy dan Nasai)
Barangsiapa membaca doa ini ketika keluar rumah maka ia tidak akan diganggu syetan dan terhindar dari bencana



Perisai 23: Doa Masuk Masjid

Dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:
 “Bahwasanya beliau apabila masuk ke masjid maka beliau membaca,
 (aku berlindung kepada Allah yang Maha Agung dan dengan Wajah-Nya yang Maha Mulia dan dengan kekuasaan-Nya yang Qadim (dahulu tidak ada awalnya), dari gangguan setan yang terkutuk).” Dia bertanya (Abdullah bin Amr), “Apakah itu saja?” Aku menjawab (Uqbah bin Muslim), “Ya!” Dia (Abdullah bin Amr) kemudian meneruskan, “Barangsiapa membaca itu, maka setan akan berkata kepadanya, “Dia terjaga dariku sehari ini penuh.” (HR. Abu Daud no. 466 dan sanadnya dinyatakan hasan oleh Ibnu Baz dalam At-Tuhfah hal. 30)

Perisai 24: Doa keselamatan dari bencana kemudaratan
Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan apa yang diciptakanNya (HR Muslim)

Perisai 25: Doa keselamatan dari bencana kemudaratan
 “Dengan menyebut nama Allah yang dengan keagungan nama-Nya itu menjadikan sesuatu tidak berbahaya baik yang ada di langit atau di bumi, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (HRat-Tarmidzi)

Perisai 26: Doa Musafir Menjelang Malam

Abdullah ibnu Amru ra meriwayatkan bahawa apabila rasulullah dalam musafir dan malam mula menjelang, baginda berdoa:
Wahai bumi tuhanku dan tuhanmu adalah Allah. Aku berlindung kepada Allah dari segala keburukanmu, keburukan yang ada padamu, keburukan yang diciptakan ke atasmu dan dari segala keburukan yang merayap di atasmu. Aku berlindung kepada Allah dari singa, makhluk hitam, ular, kala jengking dan dari gangguan penghuni daerah ini serta yang beranak dan yang telah diberanakkan (HR Abu Daud)

Perisai 27: Berdoa Melabuhkan Diri Di Tempat Tidur

Dengan nama Allah aku labuhkan badanku. Ya Allah ampunilah segala dosaku, kuncikanlah syaitanku, langsaikanlah hutangku dan jadikanlah aku di tahap seruan yang paling tinggi (HR Abu Daud)

Perisai 28: Membaca basmallah
Rasulullah s.a.w. pernah bersabda kepada Umar r.a.,
“Demi diriku di tangan-Nya, tidak ada suatu pun jejak langkah perjalanan yang ditemui oleh syaitan melainkan syaitan akan memanjangkan langkahnya (untuk mendapatkan yang empunya jejak langkah), melainkan jejak langkahmu.”
Hadis ini direkodkan oleh Imam Bukhari dan Muslim daripada Saad ibnu Abi Waqqas.

Salah seorang sahabat pernah bercerita, “Aku pernah membonceng di belakang Rasulullah s.a.w. mengenderai keldai. Tiba-tiba, sang keldai itu tergelincir lalu terpacul perkataan dari lidahku, ‘Bedebah syaitan!’ Lalu baginda bersabda,
“Jangan kamu berkata, ‘Bedebah syaitan,’ kerana kalau kamu berkata demikian, syaitan akan bertambah sombong dan bangga diri seraya berkata, ‘Ha-ha, aku berjaya menumpaskannya dengan kekuatanku.’ Akan tetapi kalau kamu berkata, ‘Bismillah,’ dirinya akan berasa cukup kerdil, bahkan lebih kerdil daripada lalat.”

Menurut Munziri r.h., hadis ini turut diriwayatkan oleh Imam Ahmad dengan sanadnya hasan.

Perisai 29: Menghalang syaitan ketika menguap

Nabi saw bersabda:
 “ Dan janganlah seseorang itu berkata “aaaaaaaa” semasa menguap. Syaitan akan ketawa bila dia membuka mulut semasa menguap.” (HR Ahmad.)

Perisai 30: Rela Menerima Takdir Tuhan Tanpa Kecewa Dan Melampaui Batas

Firman Allah di dalam surah al-Imran ayat 156:
Wahai orang yang beriman! Janganlah kamu (menjadi) seperti orang kafir itu, mereka mengatakan kepada saudara-saudara mereka yang melakukan perjalanan di bumi atau menuju ke medan perang: “Andainya mereka tinggal bersama-sama kami tentu sekali mereka tidak mati dan tidak terbunuh,” akibat (ucapan yang) demikian itu Allah menjadikan rasa penyesalan dalam hati mereka, padahal Allah yang menghidupkan dan mematikan. Dan Allah adalah al-Basir (Maha Melihat) apa yang kamu lakukan.

Perisai 31: Azan Untuk Halau Syaitan
Dari Abu Hurairah r.a. katanya;"Bersabda Rasulullah s.a.w: Apabila orang azan syaitan itu lari
sambil terkentut-kentut sampai ia tak mendengar suara azan itu; setelah azan selesai , syaitan itu kembali pula,
dal lari lagi takala ia mendengar suara iqamat, kemudian ia kembali lagi, dan ketika itu terlintaslah
dalam hati orang yang sembahyang berlbagai soal kerana syaitan itu membisikan kepadanya,
ingatlah ini, ingatlah itu tentang soal-soal yang tidak pernah diingatnya sebelum sembahyang,
sehingga orang itu ragu berapa rakaat yang telah sudah. Sabda Rasulullah s.a.w. pula ;
"Apabila di antara kamu ragu berapa rakaat yang telah sudah, hendaklah ia sujud dua kali sambil duduk."
(Hadis sahih riwayat Muslim)

Perisai 32: Berwuduk
Orang yang tidur dalam keadaan bersuci. Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa 'Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci'" (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37)

Perisai 33: Qiamulail (Solat Malam)
Dari Abdullah r.a katanya: ”Diceritakan kepada Rasulullah SAW, seorang lelaki yang tidur sepanjang malam sampai Subuh. Maka bersabda baginda Rasulullah SAW: “Orang itu telah dikencingi oleh syaitan di kedua-dua telinganya.” (al-Bukhari)

Perisai 34: Tidak Meniru Perangai Syaitan

Bab Makan: Hendaklah menggunakan tangan kanan

Bersabda Rasulullah s.a.w: Jangan kamu makan dengan tangan kiri kerana syaitan makan dengan tangan kiri. (HR Muslim)

Bab memberi dan mengambil dengan tangan kanan

Bab Duduk Antara Pancaran Matahari dan Bayang
Rasulullah s.a.w: bersabda: Apabila salah seorang dari kalian berada dibawah matahari – Makhlad mengatakan : Berada dibawah terik cahaya matahari – dan bayangan yang menaunginya menjadi menyusut sehingga sebagian dirinya berada dibawah matahari dan sebagian lainnya dinaungi bayangan maka hendaknya dia berdiri “31
Dan pada riwayat Ahmad: “ hendaknya dia berpindah dari tempat duduknya “
Dan dari jalan Buraidah radhiallahu ‘anhu, beliau berkata: Bahwa Nabi melarang seseorang duduk diantara bayangan dan cahaya matahari “
Dan sebab dari larangan itu : bahwa majlis yang seperti itu adalah majlis syaithan, yang dengan sangat jelas disebutkan didalam riwayat Ahmad dan selainnya.

Bab Bertenang dan Tidak Terburu-buru
Rasulullah s.a.w: bersabda: "Bergopoh-gapah (terburu-buru) itu adalah dari syaitan dan berhati-hati itu dari Allah" (HR Tarmidzi)

Bab Sikap Tawaddu' (rendah Diri)
kerana sikap takabbur itu perangai iblis

Bab Membazir dan Boros
Firman Allah dalam surah al-Israa ayat 27:
Sesungguhnya orang-orang yang boros itu adalah saudara-saudara Syaitan, sedang Syaitan itu pula adalah makhluk yang sangat kufur kepada Tuhannya.

Perisai 35: Menjaga Diri Dari Rasa Sangsi (Was-was)
hadis di atas berkenaan pergerakan syaitan dalam badan manusia, ia secara lebih terperinci berlaku ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sedang beriktikaf di masjid dan isterinya Shafiyyah radhiallahu 'anha datang menziarahi baginda. Kemudian apabila Shafiyyah ingin pulang, Rasulullah mengiringinya hingga ke pintu masjid. Pada saat itu, dua orang sahabat dari kalangan Ansar radhiallahu 'anhuma berlalu dan nampak Rasulullah bersama seorang wanita. Mereka berdua tidak tahu siapakah wanita tersebut kerana para isteri Rasulullah memakai tudung yang juga menutupi muka. Untuk mengelakkan salah faham, Rasulullah memanggil dua lelaki tersebut dan menerangkan bahawa wanita yang bersamanya ialah Shafiyyah, isteri baginda. Kedua-dua lelaki itu menjawab: “Subhanallah!”, seolah-olah bermaksud: “Maha Suci Allah, tidaklah kami sekali-kali akan berburuk sangka kepadamu wahai Rasulullah!” Kemudian Rasulullah membalas:
 “Sesungguhnya syaitan bergerak dalam badan manusia seperti aliran darah. Sesungguhnya aku bimbang ia melemparkan keburukan atau sesuatu sangkaan dalam hati kalian berdua (HR Muslim)

Perisai 36: Memerisai Diri Dengan Amalan Zikir
Firman Allah iaitu:
“Apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu.” (Al Anfal: 45)